Kota Pekalongan
Moto : Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif
Tanggal peresmian : 1 April 1906
Luas total : 45,25 km2
Jumlah kecamatan : 4
Jumlah kelurahan : 27
Flora resmi : Bambu wulung
Fauna resmi : Perenjak Jawa
Kota ini terletak di Jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 km sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif.
Tempat wisata
• Museum Batik Indonesia
• Kampoeng Batik Kauman
• Kampung Wisata Batik Pesindon
• Kampung Wisata ATBM Medono
• Kampung Wisata Canting Landungsari
• Pantai Pasir Kencana
• Pantai Slamaran Indah
• Seaworld Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP)
• Wisata Hutan Bakau (Mangrove Park)
• Water Park Dupan
• Kawasan Kota Tua Jetayu
• Ziarah Makam Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas
• Taman Kota Kawasan Mataram
• Monumen 03-10-1945
• Wahana Wisata Keluarga Meduri Asri
Acara dan perayaan
• Logo Branding Kota Pekalongan
Pada setiap tahun pada tanggal tertentu, Pemerintah atau warga Kota Pekalongan mengadakan berbagai acara yang menarik wisatawan, acara-acara tersebut diantaranya:
Pekan Batik Nusantara (PBN) dan Pekan Batik Internasional (PBI)
Pekan Batik Nusantara diadakan 1 tahun sekali pada bulan Oktober sedangkan Pekan Batik Internasional berlangsung setiap 3 tahun sekali pada bulan yang sama. Kegiatan yang diselenggarakan dalam acara ini adalah gala diner, fashion show, gelar budaya, seminar, karnaval kreasi busana batik, pameran produk batik dalm dan luar negeri, great sale dan wisata kuliner.
• Perayaan HUT Kota Pekalongan
Diadakan 1 tahun sekali yaitu setiap tanggal 1 April, dalam acara ini dilakukan kirab dan gelar kesenian dan budaya khas Kota Pekalongan, karnaval serta berbagai event lomba. Tetapi pada tahun 2015, perayaan ini dilaksanakan dalam acara Pekan Kreatif Nusantara (PKN) yang konsep nya tidak jauh berbeda dengan Pekan Batik.
• Hari Teknologi Nasional
Diselenggarakan 1 tahun sekali pada bulan September, agenda dalam acara ini adalah pameran inovasi daerah yang diikuti berbagai daerah di Indonesia serta lomba inovasi.
• Nyadran
Tradisi Nelayan Pekalongan yang diadakan 1 tahun sekali dengan menggelar acara “ngelarung” sesaji ditengah laut yang diperebutkan oleh kalangan masyarakat nelayan.
• Pek Tjun
Dilakukan 1 tahun sekali, kegiatan Pek Tjun menampilkan kebudayaan Tionghoa dengan puncak acara di Pantai Pasir Kencana dengan atraksi barongsai yang dilarung di laut serta lomba mendirikan telur ditengah terik matahari.
• Cap Gomeh
Diselenggarakan 1 tahun sekali oleh umat Konghucu yang dipusatkan di Klenteng Pho An Thian, dengan kegiatan karnaval mengarak “para dewa” keliling kota yang diiringi kesenian Tionghoa.
• Krapyakan atau Syawalan
Diselenggarakan 1 tahun sekali, sepekan usai Hari Raya Idul Fitri, acara ini berlokasi di Jalan Jlamprang, Krapyak dengan pemotongan lopis raksasa seberat 1 ton lebih dengan tinggi sekitar 2 meter.
• Festival Pintoe Dalam
Digelar 1 tahun sekali selama 2 hari di sepanjang Jalan Blimbing, Pekalongan Timur, menyajikan kesenian dan makanan khas etnis Tionghoa.
• Khoul
Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati wafatnya Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas, diselenggarakan 1 tahun sekali menjelang bulan puasa Ramadhan. Acara ini berlangsung di wilayah Makam Sapuro yang dihadiri masyarakat dari berbagai daerah di Nusantara dan Mancanegara.
Kota Pekalongan memiliki kuliner khas, diantaranya:
• Tauto, merupakan salah satu makanan khas Kota Pekalongan, makanan ini merupakan sebagaimana makanan soto namun menggunakan daging kerbau dengan bumbu khas yaitu tauco.
• Kopi tahlil, sebuah minuman kopi yang diracik dengan menggunakan bahan rempah-rempah seperti jahe, kapulaga, pandan.
• Gule kambing kacang hijau, makanan ini dipengaruhi budaya khas Timur Tengah, gule kambing ini disajikan dengan dicampur bersama kacang hijau.
• Nasi kebuli, merupakan nasi yang dimasak menggunakan rempah-rempah yang disajikan dengan potongan daging kambing yang dilengkapi acar nanas.
• Garang asem, makanan yang berkuah bening dari daging sapi dengan racikan tomat dan cabai rawit gelondongan yang disajikan dalam kondisi panas. Biasa disajikan bersama megono.
• Megono, makanan yang terbuat dari nangka muda yang dirajang, diramu dengan bumbu dan dimasak dengan cara dikukus.
• Nasi uwet, makanan ini hampir mirip gulai kambing namun dengan kuah yang lebih encer karena tidak menggunakan santan.
Kesenian :
• Wayang Kulit
• Simtuduror
• Kesenian Banjar
• Kesenian Melayu
Perguruan Tinggi :
• Universitas Pekalongan
• Universitas Terbuka Pekalongan
• Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Pekalongan (STIE Muhammadiyah Pekalongan)
• Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Pratama (STMIK Widya Pratama)
• Institut Agama Islam Negeri Pekalongan (IAIN Pekalongan)
• Akademi Keperawatan Negeri (AKPER Negeri)
• Akademi Kebidanan Harapan Ibu (AKBID Harapan Ibu)
• Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar